LNG Untuk Transportasi Sektor Tambang, Pertamina dan Indominco Lakukan Pilot Project

12/8/2013 12:06:44 PM

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melalui sinergi tiga anak perusahaannya, PT Pertamina Gas, PT Nusantara Regas, dan PT Badak NGL, bekerjasama dengan PT Indominco Mandiri melaksanakan pilot project penggunaan gas alam cair sebagai bahan bakar untuk transportasi di tambang.

Pilot project ini merupakan langkah lanjutan dari kesuksesan pemanfaatan LNG untuk kendaraan bus sekolah Badak NGL sebelumnya. Di masa mendatang diharapkan pemanfaatan LNG untuk transportasi, seperti di sektor pertambangan, perkebunan, industri, bus jarak jauh, kereta api, dan juga kapal dapat terlaksana dalam waktu yang tidak lama. Pengiriman perdana LNG untuk pilot project pada kendaraan tambang telah dilakukan pada Jumat, 6 Desember 2013 di Bontang, Kalimantan Timur yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Edy Hermantoro dan Direktur Umum Pertamina Luhur Budi Djatmiko, manajemen anak perusahaan Pertamina dan juga Indominco Mandiri.

Dalam sambutannya, Luhur mengatakan program inimerupakan bagian dari upaya diversifikasi energi dengan memanfaatkan LNG sebagai bahan bakar di sektor transportasi. Upaya ini diyakini akan berhasil karena telah didukung oleh proven technology dan diimplementasikan di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan China.

Sebagai pilot project Pertamina, LNGakan diaplikasikan untuk kendaraan pertambangan batubara Indominco Mandiri di Kalimantan yang akan dilaksanakan sampai tahun 2014. Dalam tahap awal, LNG akan digunakan untuk hauling truck Volvo FH 16 550 HP yang telah dilengkapi dengan converter kit sebelum dilanjutkan pada kendaraan-kendaraan berat lainnya, seperti inpit dump truck dan juga tug boat.  Mulai tahun 2015 atau di akhir tahun 2014, Pertamina akan mempersiapkan tahap komersial sampai full scale project. Dalam tahap full scale project kebutuhan LNG untuk seluruh kendaraan berat Indominco diperkirakan mencapai sekitar 160.000 m3 per tahun.

“Langkah ini merupakan terobosan aksi korporasi Pertamina untuk mendukung program pemerintah dalam mendiversifikasi dan mengkonversi bahan bakar dari penggunaan BBM ke gas/LNG untuk menjaga ketahanan energi nasional. Kami juga sangat mengapresiasi Indominco Mandiri sebagai perusahaan tambang batubara yang menjadi salah satu perusahaan pelopor penggunaan LNG bagi kendaraan operasionalnya. Kami berharap sinergi ini dapat menjadi contoh yang baik untuk upaya penggalakan pemanfaatan LNG untuk transportasi,” tutur Luhur.

Pertamina memproyeksikan penggunaan LNG pada sektor transportasi akan mencapai 0,4 juta ton per tahun pada 2015 dan diperkirakan mencapai 1,3 juta ton per tahun pada 2019 dengan asumsi akan digunakan pada kendaraan berat tambang dan perkebunan, bus jarak jauh, belum termasuk kereta api dan juga kapal laut. Dengan jumlah penggunaan LNG tersebut, volume BBM jenis diesel yang dapat dikurangi bisa mencapai 0,9 juta kiloliter pada 2015 dan sekitar 3 juta kiloliter pada 2019.

Penghematan baik bagi perusahaan sebagai pengguna LNG maupun penghematan devisa Negara sebagai implikasi dari menurunnya impor BBM Solar berpotensi akan terus meningkat apabila diiringi dengan pembangunan infrastruktur yang lebih baik dan lebih cepat.

Dari segi energi yang dibutuhkan, Indominco selaku konsumen pengguna LNG sebagai bahan bakar akan memperoleh penghematan sekitar 27%, yang dengan sendirinya akan meningkatkan daya saing konsumen. Penggunaan LNG sebagai bahan bakar kendaraan juga bermanfaat untuk mengurangi emisi karbon dan di sisi lain terdapat potensi memperoleh insentif dari Clean Development Mechanism (CDM) dari sektor energi.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Edy Hermantoro mengatakan program diversifikasi penggunaan BBM ke LNG untuk transportasi ini telah sesuai dengan UU No 30 tahun 2007 tentang Energi yang mengamanatkan perlunya diversifikasi untuk pengurangan penggunaan minyak bumi. Aksi korporasi Pertamina dan Indominco Mandiri juga sejalan dengan Perpres No. 5 tahun 2006 bahwa target bauran energi ke arah 30% penggunaan gas  dan minyak bumi dari 51% menjadi 20% pada 2025.

“Pemerintah memberikan apresiasi dan dukungan terhadap aksi korporasi yang dilakukan Pertamina dalam melaksanakan  program diversifikasi bahan bakar dari BBM ke LNG melalui pilot project ini dan akan diikuti dengan full  scale project yang bersifat komersial ke depannya. Program ini merupakan milestone untuk penggunaan LNG sebagai upaya diversifikasi bahan bakar,” pungkasnya.