Nusantara Regas Peduli Biota Laut di Perairan Kepulauan Seribu

12/26/2016 8:05:50 AM

KEPULAUAN SERIBU - Pada 19 Desember 2016, Nusantara Regas melakukan penenggelaman 145 Rumah Ikan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Program Penenggelaman Rumah Ikan ini merupakan bagian dari aktivitas program CSR Nusantara Regas yang untuk kedua kalinya dilaksanakan pada tahun ini. Melalui bantuan Rumah Ikan ini diharapkan ekosistem di sekitar Kepulauan Seribu dapat kembali diramaikan dengan biota laut indah seperti karang dan ikan yang akan menarik pengunjung dan meningkatkan ekowisata.

Seperti disampaikan oleh Wakil Bupati Kepulauan Seribu Herman pada sambutannya, “Kita semua menyadari, saat ini para wisatawan baik asing maupun domestik tertarik dan selalu ingin kembali ke alam. Jika alam sudah menyediakan ekosistem yang indah maka tugas kita untuk menjaga dan meningkatkan kualitasnya sehingga alam akan tetap terjaga keberlangsungannya.”

Menurutnya, keindahan alam ini pada akhirnya juga dapat dimanfaatkan sebagai ekowisata dan membuka lapangan kerja bagi penduduk sekitar sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kepulauan.

Sementara itu, Direktur Utama Nusantara Regas Tammy Meidharma menyampaikan, Nusantara Regas sebagai bagian dari masyarakat Kepulauan Seribu menyadari bahwa tugas menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan adalah bagian dari kinerja Nusantara Regas.

“Jika selama ini kami menjalankan operasional kami dengan berhati-hati agar selalu ramah lingkungan, kali ini kami mengambil bagian untuk meningkatkan kualitas lingkungan dengan mendukung aktivitas ekowisata di Kepulauan Seribu. Kami berharap dukungan kami ini akan memberikan dampak positif bagi lingkungan Kepulauan Seribu tidak hanya bagi ekosistem lautnya tapi juga kepada masyarakat yang merasakan efek dari peningkatan wisata di Kepulauan Seribu,” ujarnya.

Pada seremoni penenggelaman ini dihadiri oleh manajemen Nusantara Regas, pejabat Kabupaten Kepulauan Seribu, tokoh masyarakat, anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia dan pemandu wisata Kepulauan Seribu.

Para nelayan dan pemandu wisata ini dilibatkan sebagai jaringan pemelihara rumah ikan sekaligus sebagai sasaran edukasi mengenai pentingnya menjaga habitat ikan yang baru agar tetap steril bagi kegiatan perikanan dan wisata selama satu tahun penuh masa pertumbuhan dan perawatan koloni rumah ikan ini.