|

Rantai Bisnis

Sesuai anggaran dasar terakhir perusahaan yang disahkan melalui Akta Notaris No. 16 tanggal 16 April 2010, ruang lingkup kegiatan usaha perusahaan meliputi bidang niaga gas bumi, yang antara lain melakukan pengadaan fasilitas Floating Storage Regasification Unit (FSRU): pengadaan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi terapung, yang termasuk tapi tidak terbatas pada fasilitas transportasi gas dan sarana/prasarana terkait.

Kemudian melakukan pengadaan pasokan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG, baik dari dalam dan luar negeri. Selanjutnya adalah penjualan gas hasil regasifikasi LNG (untuk selanjutnya dikenal sebagai Gas).

Keberadaan perusahaan secara khusus terutama dimaksudkan untuk menyediakan pasokan gas pada pusat-pusat pembangkit listrik milik PLN dan sejumlah pelaku industri di Jawa Barat.

Adapun proses penyaluran Gas ke pusat pembangkit listrik yang dilakukan perusahaan secara garis besar mencakup FSRU, pipa transmisi bawah laut, dan Onshore Receiving Facilities (ORF).


Floating Storage & Regasification Unit (FSRU)

LNG dari LNG Carrier dipindahkan ke FSRU Nusantara Regas Satu, yang merupakan modifikasi dari kapal pengangkut LNG Khannur. Fasilitas tersebut dimiliki dan dioperasikan oleh Golar LNG Energy Limited. Gas alam cair dari LNG carrier dipindahkan ke dalam tanki FSRU melalui dua buah loading arm, kemudian dialirkan ke unit regasifikasi untuk diubah fasenya dari kondisi cair menjadi gas. Proses regasifikasi ini menggunakan air laut sebagai media pemanas utama dalam siklus terbuka.

Di samping itu, proses tersebut juga menggunakan propan sebagai media pemanas pembantu dalam siklus tertutup. Gas hasil proses regasifikasi ini memiliki tekanan 55 bar (g) dan temperatur 25 derajat Celcius dengan komposisi kimia yang sama dengan LNG.

Onshore Receiving Facilities (ORF)

Setelah diterima di Onshore Receiving Facility (ORF), gas didistribusikan ke pembangkit PLN di Muara Karang. Pada 1 September tahun 2013, PT Nusantara Regas bekerja sama dengan PHE ONWJ untuk mengoptimalkan utilisasi fasilitas jaringan pipa PHE ONWJ untuk memasok Gas ke PLN Tanjung Priok. Dengan selesainya proyek Phase II pada oktober tahun 2014, perusahaan sudah dapat menyalurkan gas ke pembangkit listrik PLN Tanjung Priok melalui fasilitas ORF milik PHE ONWJ hingga 200 MMSCFD.

Dengan penggunaan gas, maka PLN dapat mengurangi subsidi BBM dari pemerintah hingga triliunan rupiah. Pada tahap awal, periode 2012-2013, telah terjadi penghematan hingga Rp7,98 triliun. Penghematan terus bertambah pada tahun-tahun berikutnya. Selain itu, gas tersebut juga diharapkan dapat diutilisasi oleh industri di wilayah Jawa Bagian Barat.

LNG Plant

Dalam proses bisnisnya, perusahaan menerima LNG dari kilang untuk disalurkan kembali ke pelanggan. Pada tahun 2015, perusahaan mendapatkan pasokan dari Kilang Bontang, Kalimantan Timur milik PSC Mahakam dan Tangguh, Papua, milik BP Berau Ltd. Total pasokan yang diterima dari dua kilang tersebut sepanjang tahun 2015 mencapai 80.407.251 MMBTU yang terdiri dari 23 kargo standar dari Bontang, 5 kargo standar dari Tangguh.

LNG Carrier

Gas alam cair atau LNG dari kilang diangkut dengan menggunakan LNG Carrier “Aquarius” berkapasitas angkut 125.000 m3 menuju ke lokasi FSRU Jawa Barat. Penggunaan LNG Aquarius sudah memenuhi asas cabotage di mana kapal angkutan dalam negeri di Indonesia wajib berbendera Indonesia. Hingga akhir tahun 2015, tidak terjadi gangguan operasional.

Pipa Transmisi Bawah Laut

Pipa transmisi bawa laut merupakan saluran pengiriman gas hasil proses regsisifikasi di FSRU. Gas tersebut didistribusikan melalui jaringan pipa bawah laut berdiameter 24 inci sepanjang kurang lebih 15 kilometer dari FSRU menuju Onshore Receiving Facitilies (ORF) yang berada di Muara Karang.