|

Tata Kelola Perusahaan

PT Nusantara Regas (“Perusahaan”) memiliki komitmen untuk senantiasa meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/ GCG) dalam setiap aspek bisnis. Komitmen tersebut dilakukan di semua tingkatan organisasi serta kegiatan bisnis Perusahaan.

Nusantara Regas menyadari, penerapan GCG akan lebih memberikan jaminan kepada perusahaan, tidak hanya mematuhi regulasi, tapi juga tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan.

Upaya penerapan dan pengembangan penerapan GCG di lingkungan Perusahaan berpedoman pada sejumlah regulasi dan standar terbaik yang ada. Di antaranya adalah:

  • Undang Undang No. 19 tahun 2003 tentang BUMN (Pasal 5 ayat 3)
  • Undang Undang No. 40 Tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007.
  • Peraturan Menteri Negara Badan Usaha No. PER- 01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara dan perubahannya Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-09/ MBU/2012 tanggal 06 Juli 2012.
  • Keputusan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara No. SK 16/S.MBU/2012 tanggal 06 Juni 2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara.
  • Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia, Komite Nasional Kebijakan Givernance tahun 2006.
  • Keputusan Direksi No.01601/NR/D000/Kpts/2012 tanggal 5 Desember 2012 tentang Pedoman Etika Usaha, Tata Perilaku dan Tata Kelola Perusahaan.

Adapun tujuan utama penerapan GCG adalah mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya terhadap Perusahaan, para pemegang saham, dan para pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya. Secara umum, tujuan dimaksud dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kinerja perusahaan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik, meningkatkan efesiensi operasional perusahaan dan pelayanan kepada stakeholders.
  2. Meningkatkan kepercayaan investor, yang pada gilirannya akan mempermudah bagi Perusahaan untuk mendapatkan pembiayaan yang lebih murah.
  3. Pemegang saham akan menerima manfaat sehubungan dengan meningkatkan kinerja perusahaan yang sekaligus akan meningkatkan shareholders’s value dan dividen.
  4. Terjalinnya hubungan kerja secara proporsional antara organ perusahaan (RUPS, Dewan Komisaris, dan Direksi) secara optimal karena memiliki pedoman yang jelas.
  5. Mampu memberikan manfaat secara optimal kepada pelanggan serta masyarakat umum, baik secara langsung maupun tidak.

Prinsip dan Area Pelaksanaan

Nusantara Regas menerapkan prinsip-prinsip GCG ke dalam setiap aspek bisnis dan operasionalnya dengan mengacu pada pemenuhan 5 (lima) prinsip dasar GCG sesuai Pedoman Umum yang disusun oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) serta praktik bisnis terbaik yang ada. Prinsip tersebut adalah:

1. Akuntabilitas

Penerapan prinsip akuntabilitas di organisasi Perusahaan merupakan hal yang mutlak dan berada di bawah pengawasan Komite Audit. Penerapan prinsip akuntabilitas menunjukkan penerapan profesionalitas dalam melaksanakan kegiatan operasional dan kepatuhan kepada peraturan yang berlaku dalam usaha unuk mendapatkan kepercayaan publik, pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan.

2. Responsibilitas

Salah satu pelaksanaan prinsip responsibilitas dalam tubuh Perusahaan adalah pengambilan keputusan yang didasari oleh sikap adil dan bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan dari tiap kebijakan dan tindakan yang diambil. Hal ini sesuai dengan filosofi Perusahaan yang menegaskan bahwa setiap tindakan harus didasari standar tertinggi untuk membangun dan memelihara kepercayaan para pemangku kepentingan serta selalu bertindak sesuai prinsip kehati-hatian guna melindungi aset serta kepentingan Perusahaan dan para pemangku kepentingan.

3. Transparansi

Prinsip transparansi merupakan salah satu pedoman bagi Perusahaan dalam menyediakan akses yang sama kepada seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan untuk memperoleh informasi mengenai perusahaan.

4. Independensi

Penerapan prinsip independensi ini penting dalam organisasi Perusahaan, terutama dalam setiap pengambilankeputusan.Independensiyangdimaksud terutama dalam hal memastikan tidak adanya intervensi dari pihak manapun terhadap keputusan ataupun kebijakan yang diambil Perusahaan terkait kegiatan operasional dan aksi korporasi tertentu. Perusahaan menunjuk Komisaris Independen untuk mengawasi pelaksanaan prinsip ini di lingkungan perusahaan.

5. Kesetaraan

Perusahaan menegakkan prinsip kesetaraan di lingkungan perusahaan untuk memastikan bahwa setiap karyawan, pemasok maupun pemangku kepentingan lainnya mendapat perlakuan yang sama sesuai hak dan kewajibannya. Penerapan GCG diharapkan dapat menjadi landasan usaha yang kuat untuk mewujudkan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Untuk itu, sosialisasi mengenai pelaksanaan GCG senantiasa dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh SDM Perusahaan mulai dari jajaran Dewan Komisaris, Direksi hingga staf, agar setiap individu mengetahui tugas, fungsi dan tanggung jawabnya sebagaimana dituangkan dalam Anggaran Dasar Perusahaan.

Struktur Tata Kelola Perusahaan

Merujuk pada Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, struktur organ utama GCG Perusahaan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Direksi, Komite GCG dan Chief Compliance Officer. Di Perusahaan, Chief Compliance Officer dirangkap oleh Corporate Secretary sesuai SK Direktur Utama No.26301/D000/NR/SP 2012, tanggal 10 Desember 2012. Organ Perusahaan tersebut memainkan peran kunci dalam keberhasilan pelaksanaan GCG. Selain itu, Perusahaan juga telah membentuk organ-organ pendukung GCG di bawah Komisaris, yaitu Komite Audit, Komite Remunerasi, dan Sekretaris Dewan Komisaris serta organ pendukung GCG di bawah Direksi yang terdiri dari Sekretaris Perusahaan dan Satuan Pengawasan Intern (SPI).

Penilaian Tata Kelola Perusahaan

Assessment implementasi GCG di PT Nusantara Regas, dilaksnakan dengan menggunakan kriteria berdasarkan standar alat uji Keputusan Sekretaris Menteri BUMN No. SK-16/S.MBU/2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (GCG) pada BUMN, yang bertujuan untuk menilai implementasi GCG pada perusahaan yang meliputi 6 (enam) aspek pokok yaitu:

  1. Komitmen terhadap Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik secara berkelanjutan;
  2. Pemegang Saham dan RUPS;
  3. Dewan Komisaris;
  4. Direksi;
  5. Pengungkapan Informasi;
  6. Aspek lain.

Dari keenam aspek pokok tersebut, PT Nusantara Regas melakukan assessment GCG pada tanggal 30 Juni 2013 dan memperoleh total nilai 57,03 dari total nilai maksimal sebesar 97,88 yang setara dengan 58,27%, sehingga secara keseluruhan hasil implementasi GCG PT Nusantara Regas mendapat predikat “kurang baik”.

Berikut adalah pencapaian PT Nusantara Regas dalam 6 (enam) aspek pokok parameter assessment implementasi GCG (periode sampai dengan 30 Juni 2013).

Pada tahun 2015 Perusahaan telah melakukan langkah perbaikan antara lain:

  1. Pemutakhiran seluruh pedoman GCG antara lain Pedoman Perilaku (Code of Conduct), Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku Insah, Pedoman Penyusunan board manual;
  2. Penambahan1(satu) orang anggota komite remunerasi;